1. Real world programming
Dunia ini disusun atas obyek obyek yang saling berinteraksi. Sebuah program yang memodelkan dunia nyata, sebisa mungkin menggambarkan kondisi yang ada dalam bentuk yang seakurat mungkin. Dalam Pemrograman berorientasi obyek, sebuah program disusun oleh obyek-obyek yang masing-masing memiliki fungsi sesuai dengan peran dan kebutuhan interaksinya.
2. Reusability of code
Kelas yang telah dibuat dalam pemrograman berorientasi obyek bisa digunakan oleh program lain. Penggunaan komponen yang telah dibuat tidak hanya mengurangi usaha pembuatan komponen tersebut, tetapi juga mengurangi kemungkinan kesalahan jika harus mengembangkan lagi dari awal. Keuntungannya adalah penghematan dari segi waktu, dan usaha yang akhirnya akan membawa kepada penghematan biaya pengembangan.
3. Resilience to change
Dunia nyata adalah sesuatu yang dinamis, perubahan akan selalu terjadi didalamnya. Program atau aplikasi yang memodelkan dunia nyata, diharapkan juga bisa bersifat dinamis pula.
Sebuah aplikasi harus bisa menangani jika terdapat penambahan jenis mahasiswa baru yang kedepannya bakal ada. Tanpa harus mengubah keseluruhan aplikasi, maka kebutuhan tersebut harus bisa ditangani.
4. Information hiding
Informasi dalam sebuah obyek sedapat mungkin disembunyikan dari luar kelas yang ada. Tujuannya adalah mengamankan data agar hanya fungsi yang ada dalam kelas itu saja yang bisa membaca, mengubah dan memanipulasi data tersebut. Tetapi tetap disediakan sebuah cara (interface) agar obyek dari luar bisa mengakses dan mengubah data secara tidak langsung. Konsep penyembunyian informasi ini bertujuan agar pihak luar yang membutuhkan layanan dari kelas tersebut hanya perlu untuk menerima data yang dibutuhkan saja, tanpa perlu mengetahui bagaimana sebenarnya cara kerja di dalam kelas tersebut.
5. Modularity of code
Salah satu keuntungan dari pemrograman berorientasi obyek adalah modularitas, yang berarti bahwa setiap obyek yang dibentuk dikelola secara terpisah dari obyek lainnya meskipun berasal dari sebuah kelas yang sama. Modifikasi terhadap sebuah obyek bisa dilakukan tanpa mempengaruhi fungsionalitas dari obyek yang lainnya.
Jumat, 27 Januari 2012
Beberapa Keuntungan Menggunakan Pemrograman Berorientasi Objek
Diposting oleh Nagisa Kiryu di 17.01Fitur Pemrograman Berorientasi Objek
Diposting oleh Nagisa Kiryu di 16.591. Enkapsulasi (Encapsulation)
Enkapsulasi adalah suatu cara untuk menyembunyikan detail implementasi detail dari sebuah kelas. Terdapat dua hal mendasar dari enkapsulasi yaitu:
-Information hiding: penyembunyian detil dari atribut dan method pada sebuah kelas.
-Interface untuk pengaksesan data: suatu method untuk mengambil, memberikan atau mengubah suatu nilai.
Dalam pemrograman berorientasi obyek, kebutuhan akan enkapsulasi muncul karena adanya proses sharing data antar method. Dengan menggunakan enkapsulasi, maka keamanan dari data dan method yang ada didalamnya akan terjaga.
2. Abstraksi (Abstraction)
Arti abstraksi mengacu kepada atribut dari sebuah obyek yang membedakan antara satu obyek dengan obyek yang lain. Dalam pemrograman berorientasi obyek konsep ini berada pada pembuatan sebuah kelas. Semua atribut dari obyek didefinisikan dalam sebuah kelas. Sebenarnya kelas tidak memiliki data, tetapi sebuah obyek-lah yang akan menyimpan data, karena obyek diciptakan dari sebuah kelas dan oleh sistem operasi akan dialokasikan sejumlah memori kepada obyek tersebut.
3. Pewarisan (Inheritance)
Salah satu fitur yang paling kuat dalam pemrograman berorientasi obyek adalah penggunaan kode kembali (code reuse). Sekali sebuah prosedur dibuat, maka kita bisa menggunakannya berulang kali. Dalam pemrograman berorientasi obyek, kemampuan yang dimiliki tidak hanya itu, tetapi kita juga bisa mendefinisikan hubungan antar kelas yang tidak hanya dimanfaatkan untuk code reuse, tetapi juga dari segi pendesainannya yang secara garis besar jauh lebih baik, dengan cara mengelola kelas-kelas dan faktor kemiripan diantara kelas-kelas tersebut. Tujuan utama dari pewarisan (inheritance) adalah untuk menyediakan fungsionalitas tersebut.
Fitur pewarisan mengijinkan sebuah kelas yang dinamakan superclass untuk menurunkan atribut-atribut dan methodnya kepada yang lainnya, yaitu yang disebut subclass atau kelas turunannya. Hal ini akan mengijinkan pembuatan kelas baru yang didasarkan dari peng-abstrakan atribut-atribut dan behaviour yang sama.
Didalam pemrograman berorientasi obyek, terdapat beberapa jenis pewarisan, yaitu:
-Single inheritance, yaitu hanya terdapat satu superclass.
-Multiple inheritance, yaitu terdapat lebih dari satu superclass. Didalam java bahasa pemrograman java sendiri konsep tentang Multiple inheritance dihapuskan, karena kompleksitas dari konsep tersebut.
4. Polimorfisme (Polymorphism)
Polimorfisme diturunkan dari bahasa latin yaitu poly yang berarti banyak dan morph yang berarti bentuk. Polimorfisme sendiri berarti sesuatu yang memiliki banyak bentuk.
Didalam pemrograman berorientasi obyek, polimorfisme adalah sebuah fitur yang memungkinkan kita untuk memberikan arti atau penggunaan yang berbeda bagi sebuah entitas dalam konteks yang berbeda-beda. Entitas tersebut bisa berupa variabel, method, atau sebuah obyek. Polimorfisme bisa digunakan sebagai kategori umum bagi sebuah entitas dalam tindakan yang berbeda-beda.



