Tampilkan postingan dengan label Wireless Fidelity [WiFi]. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wireless Fidelity [WiFi]. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Januari 2012

Keunggulan dan Kelemahan Wi-Fi

Keunggulan :

--Kemudahan Akses, cukup dengan membawa PDA (Pocket Digital Assistance) atau komputer/laptop yang berkemampuan Wi-Fi dapat mengakses internet di tempat yang terdapat access point atau hotspot dan para pengguna dapat menggunakan secara bersamaan tanpa diperlukan kabel.
--Biaya Pembangunan Relatif Murah karena keunggulan-keunggulan inilah yang mendorong Internet Service Providers (ISP) membangun hotspot di kota-kota besar.
--Membolehkan LANs untuk menyebarkan tanpa kabel, mengurangi kekuatan dari harga jaringan perluasan dan penyebaran. Tempat dimana kabel tidak dapat dijalankan, seperti tempat terbuka dan sejarah gedung, dapat host wireless LANs.
--Produk Wi-Fi dapat diperluas di pasar. Berbeda jenis dari akses point dan jaringan interface klien interoperable di sebuah level dasar dari layanan.
--Jaringan Wi-Fi mendukung roaming, dimana sebuah mobile client station seperti sebuah laptop komputer dapat pindah dari satu akses point ke lainnya seperti pengguna pindah disekeliling sebuah gedung atau area.
--Wi-Fi adalah global set dari standar. Tidak seperti selular carries, Wi-Fi client bekerja di kota yang berbeda diseluruh dunia.

Kelemahan :

--Infrastruktur, Wi-Fi hanya bisa di akses di tempat- tempat tertentu saja. Untuk di Indonesia, infrastuktur Wi-Fi sepertinya dihalangi oleh birokrasi. Banyak pihak-pihak yang akan mengalami kerugian besar apabila infrastruktur Wi-Fi dibangun meluas.
--Biaya yang sangat mahal dalam menginstalasi akses point untuk Wi-Fi atau juga disebut Hot Spot. Biaya-biaya untuk memasang komponen-komponen Wi-Fi adalah tiga atau empat kali lebih mahal daripada instalasi wired LAN.

Manfaat Wi-Fi

Tingginya animo masyarakat, khususnya di kalangan komunitas Internet. Menggunakan teknologi Wi-Fi dikarenakan paling tidak dua faktor.
Pertama, kemudahan akses. Artinya, para pengguna dalam satu area dapat mengakses Internet secara bersamaan tanpa perlu direpotkan dengan kabel. Konsekuensinya, pengguna yang ingin melakukan surfing atau browsing berita dan informasi di Internet, cukup membawa PDA (pocket digital assistance) atau laptop berkemampuan Wi-Fi ke tempat dimana terdapat access point atau hotspot.

4 manfaat Wi-Fi selain mengakses internet :

Ubah Smartphone jadi Remote Control
--Jika semua komputer yang ada di rumah terkoneksi dengan jaringan wifi, kita bias menghubungkan semua perangkat itu dengan ponsel cerdas (smartphone) dan mengontrol semuanya dari smartphone. Untuk membuktikannya, bisa dicoba dengan mengaktifkan aplikasiiTunes-controlling Remote di iPhone atau all-encompassing Gmote di Android.

Kirim Dokumen dari Smartphone ke Printer
--Bagi yang memiliki lima printer di rumahnya, tidak ada istilah sulit jika ingin mencetak di ruangan yang mana pun. Ayo manfaatkan jaringan wifi agar Anda dapat mencetak dari ruangan yang berbeda. Pencetakan bisa mengambil dokumen yang ada di smartphone atau komputer.

Meneruskan Notifikasi dari Smartphone ke Komputer
--Jika menggunakan ponsel berbasis Android, kita bisa mengirim notifikasi panggilan dan SMS masuk, serta baterai ke komputer yang berplatform Windows, Mac atau Linux. Caranya, ya dengan mengaktifkan jaringan wifi dan Android notifier. Artinya, saat sedang bekerja dengan komputer, Anda tak perlu khawatir tidak akan mendengar telepon atau SMS yang masuk.

Transfer Foto dari Kamera Digital
--Beberapa model kamera digital sekarang ini sudah mendukung jaringan wifi. Itu berarti kita bisa mentransfer foto dari kamera digital ke komputer melalui jaringan tersebut. Tidak hanya itu, sejumlah kamera juga sekarang sudah dilengkapi dengan kemampuan mengunggah foto ke berbagai situs seperti Flickr, Facebook dan Picasa.

Landasan Teori dan Cara Kerja Wi-Fi

Prinsip dasar dari Wifi adalah gelombang prinsip dasar gelombang, dimana gelombang merupakan ssebuah gangguan yang merambat.

Bentuk ideal dari suatu gelombang akan mengikuti gerak sinusoide. Selain,radiasi elektromagnetik dan mungkin radiasi, yang bisa berjalan lewat vakum, gelombang juga terdapat pada medium (yang karena perubahan bentuk dapat menghasilkan gaya memulihkan yang lentur) di mana mereka dapat berjalan dan dapat memindahkan energi dari satu tempat kepada lain tanpa mengakibatkan partikel medium berpindah secara permanen;
yaitu tidak ada perpindahan secara masal. setiap titik khusus berosilasi di sekitar satu posisi tertentu. gelombang ini dimanfaat kan dlam pengiriman data. cara kerja Wi-Fi sangat simpel mula-mula server hotspot mendeteksi adanya client yang dapat menerima sinyal wi-fi, kemudian dilakukan verifikasi terhadap client.  setelah verifikasi selesai server hotspot membuat kan jalur internet dengan memancarkan gelombang yang diterima oleh client dan ditandai oleh tersedianya koneksi internet.

Teknologi Wi-Fi

Mode Akses Koneksi Wi-fi

Ada 2 mode akses koneksi Wi-fi, yaitu :

Ad-Hoc
Mode koneksi ini adalah mode dimana beberapa komputer terhubung secara langsung, atau lebih dikenal dengan istilah Peer-to-Peer. Keuntungannya, lebih murah dan praktis bila yang terkoneksi hanya 2 atau 3 komputer, tanpa harus membeli access point.

Infrastruktur
Menggunakan Access Point yang berfungsi sebagai pengatur lalu lintas data, sehingga memungkinkan banyak Client dapat saling terhubung melalui jaringan (Network).

Wi-fi Hardware

Hardware wi-fi yang ada di pasaran saat ini ada berupa :
PCI
USB
PCMCIA
Compact Flash

TEORI Wi-Fi

Teori Kabel UTP

Kabel UTP atau kabel unshielded twisted pair adalah kabel yang biasa digunakan untuk membuat jaringan atau network komputer, berupa kabel yang didalamnya berisi empat (4) pasang kabel yang yang setiap pasangnya adalah kembar dengan ujung konektor RJ-45.
Tipe-tipe kategori kabel UTP :
Kategori 1 : Untuk koneksi suara / sambungan telepon/telpon.
Kategori 2 : Untuk protocol localtalk (Apple) dengan kecepatan data hingga 4 Mbps.
Kategori 3 : Untuk protocol ethernet dengan kecepatan data hingga 10 Mbps.
Kategori 4 : Untuk protocol 16 Mbps token ring (IBM) dengan kecepatan data hingga 20 Mbps.
Kategori 5 : Untuk protocol fast ethernet dengan kecepatan data hingga 100 Mbps.

Teori USB wireless adapter

Termasuk perangkat baru dan praktis pada teknologi WI-FI. Alat ini mengambil power 5V dari USB port. Untuk kemudahan USB WI-FI adapter dengan fleksibel ditempatkan bagi notebook dan PC. Tetapi pada perangkat USB WI-FI Adapter memiliki batasan.
Sebaiknya mengunakan USB port 2.0 karena kemampuan sistem WI-FI mampu mencapai data rate 54Mbps. Bila anda memerlukan kepraktisan, penambahan perangkat wireless USB adapter adalah pilihan yang tepat, karena bentuknya yang praktis dan dapat dilepas. Tetapi perlu diingatkan bahwa dengan supply power kecil dari USB port alat juga memilki jangkauan lebih rendah, selain bentuk antenna yang ditanam didalam cover plastik akan menghambat daya pancar dan penerimaan pada jenis perangkat ini.

Frekuensi

Frekuensi adalah jumlah siklus per detik sebuah arus bolak balik. Unit yang digunakan untuk frekuensi adalah Hertz, disingkat Hz. Satu (1) Hz adalah frekuensi sebuah arus bolak balik menyelesaikan satu siklus dalam satu detik.
Secara umum wireless bekerja pada frekuensi 2,4-2,483GHz. Frekuensi ini di dunia internasional dikenal dengan frekuensi bebas yang biasanya digunakan untuk keperluan riset pada bidang medis dan industri, selain itu frekuensi ini juga banyak digunakan untuk keperluan komunikasi lainnya, seperti microwave serta alat-alat komunikasi wireless lainnya.

Teori Antena

Antena adalah suatu komponen yang didesain untuk mengirim dan menerima gelombang radio. Sebuah antena adalah bagian vital dari suatu pemancar atau penerima yang berfungsi untuk menyalurkan sinyal radio ke udara. Panjang antenna secara efektif adalah panjang gelombang frekuensi radio yang dipancarkannya. Antena setengah gelombang adalah sangat poluler karena mudah dibuat dan mampu memancarkan gelombang radio secara efektif.
Pada dasarnya ada beberapa tipe antena yang dapat digunakan pada wireless, yaitu:
Antena Omnidirectional, biasanya digunakan di access point (AP). Antena jenis ini pola radiasi 360 derajat.
Antena Sektoral, biasanya digunakan di access point (AP). Biasanya mempunyai gain yang lebih tinggi dari antena omnidirectional, tetapi daerah yang di-cover biasanya hanya sekitar 90-180 derajat saja.
Antena directional (Antena Pengarah), biasanya digunakan di sisi client. Biasanya mempunyai gain yang sangat tinggi dan diarahkan ke access point (AP).

Spesifikasi Wi-Fi

Wi-Fi dirancang berdasarkan spesifikasi IEEE 802.11. Sekarang ini ada tiga variasi dari 802.11, yaitu:
802.11a
802.11b
802.11g

Standar Wi-Fi Awal 802.11

Standar 802.11 pada awalnya disahkan pada tahun 1997 dengan mencakup frequency hopping spread spectrum (FHSS) physical layers dan direct sequence spread spectrum (DSSS) physical layers yang beroperasi pada pita 2.4 GHz dengan kecepatan data sampai 2 Mbps. FHSS mengirim sinyal wideband yang dapat menjangkau keseluruhan 2.4 pita GHz. Hal tersebut mungkinkan untuk menyetel accces point FHSS sebanyak 15 pola loncatan berbeda yang tidak saling berinteraksi satu sama lain sehingga memampukan 15 access point beroperasi secara efektif pada area yang sama. Karena versi terbaru dari 802.11 FHSS hanya memiliki kecepatan data maksimum sebesar 2 Mbps, maka tidak banyak perusahaan yang menjual solusi FHSS untuk LAN nirkabel indoor. LAN nirkabel 802.11a, 802.11b, dan 802.11g yang lebih cepat kini telah tersedia. Selain ittu, FHSS telah berinteroperasi dengan semua physical layer 802.11 lainnya. Akan tetapi, FHSS menyediakan solusi untuk outdoor, yaitu sistem point to multipoint. Hal tersebut dikarenakan FSS lebih ulet terhadap interferensi RF yang mungkin berada di rung lingkup outdoor. 802.11 DSSS juga hanya berjalan sampai dengan 2 Mbps, akan tetapi berinteroperasi dengan physical layer 802.11b yang paling baru. Oleh karena itu, pengguna yang memiliki radio NIC 802.11 DSSS pada laptopnya dapat berinterface dengan access point 802.11b. Situasi tersebut tidak mungkin terjadi lagi karena radio NIC 802.11 DSSS sudah tidak dijual.

Standar Wi-Fi 802.11a

Di akhir tahun 1999, IEEE mengeluarkan 802.11a yang menetapkan operasi pita 5 GHz menggunakan Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) dengan kecepatan data mencapai 54 Mbps. Namun, produk-produk tersebut tidak tersedia sampai tahun 2000, terutama karena kesulitan pengembangan sirkuit pita 5 GHz. 802.11a beroperasi sampai 54 Mbps pada pita 5 GHz menggunakan OFDM dengan rentang sampai 100 kaki, tergantung pada kecepatan data sesungguhnya. Access point 802.11a dan radio NIC hanya tersedia di akhir tahun 2001. Oleh karena itu, dasar LAN nirkabel 802.11a yang telah dipasang saat ini relatif kecil dibandingkan dengan 802.11b. Dengan demikian, pertimbangan secara cermat masalah-masalah interoperabilitas yang mungkin muncul jika anda memilih menggunakan jaringan 802.11a.
Keuntungan lain dari 802.11a adalah pita 5Ghz tidak terlalu sesak sehingga memampukan pengguna mencapai tingkatan performa yang lebih tinggi. Sebagian besar perangkat interfering seperti microwave oven dan cordless phone beroperasi pada pita 2.4 GHz.. Kecenderungan interferensi RF yang lebih sedikit mengurangi risiko pada penyebaran LAN nirkabel. Masalah utama pada 802.11a adalah rentangnya yang terbatas. Hal tersebut disebabkan pengoperasian standar pada pita frekuensi 5 GHz yang lebih tinggi. Pada kecepatan 54 Mbps, anda akan memiliki rentang kurang dari 100 kaki pada sebagian besar fasilitas. Kekurangan tersebut membutuhkan sejumlah besar access point untuk sepenuhnya melindungi sebuah fasilitas yang sebanding dengan sistem 802.11b.

Standar Wi-Fi 802.11b

Bersama dengan 802.11a, IEEE mengesahkan 802.11b, yang merupakan ekstensi kecepatan tinggi, ke standar direct sequence awal pada pita 2.4 GHz dengan kecepatan data sampai dengan 11 Mbps. Access point 802.11b dan radio NIC telah tersedia sejak tahun 1999; sehingga, sebagian LAN nirkabel yang dipasang saat ini adalah 802.11b yang selalu mengalah.
Keuntungan yang biasa didapat dari 802.11b adalah kelengkapan long rangenya. 802.11b memungkinkan anda mampu mencapai jarak 300 kaki pada sebagian besar fasilitas indoor. Rentang yang tinggi mengizinkan penyebaran LAN nirkabel dengan jumlah access point yang sedikit agar dapat melindungi sebuah fasilitas sebanding dengan 802.11a. Kelemahan dari 802.11b adalah anda dibatasi sampai tiga Channel nonoverlapping pada pita 2.4 GHz. Standar 802.11 menetapkan 14 Channel (hanya Channel 1 sampai 11 yang tersedia di Amerika Serikat) untuk mengonfigurasi access point. Walaupun demikian, masing-masing channel menempati kira-kira sepertiga dari keseluruhan pita 2.4GHz saat mengirim sebuah sinyal. Sebagian besar perusahaan hanya menggunakan channel 1, 6, dan 11 untuk memastikan access point tidak berinteferensi satu sama lain. Hal tersebut membatasi kapasitas 802.11b sehingga menjadikannya paling sesuai untuk mendukung aplikasi performa medium, seperti e mail dan surfin. Kelemahan lain dari 802.11b adalah adanya kemungkinan interferensi RF dari perangkat radio lain. Sebagai contoh, cordless phone 2.4GHz mudah berinteferensi dengan LAN nirkabel 802.11b sehingga dapat menurunkan performa terhadap pengguna. Microwave oven dan perangkat-perangkat lain yang beroperasi pada pita 2.4 GHz juga dapat menyebabkan interferensi.

Standar Wi-Fi 802.11g

IEEE mengesahkan standar 802.11g yang kompatibel dengan 802.11b pada tahun 2003 dengan meningkatkan performanya mencapai 54 Mbps pada pita 2.4 GHz dengan menggunakan OFDM. Kelebihan dari 802.11g adalah bahwa standar tersebut merupakan kompatibel terbalik dari 802.11b. Kelemahan 802.11g, seperti kemungkinan interferensi RF dan keterbatasan tiga Channel non-overlapping, masih berlaku pada 802.11g dikarenakan pengerjaan di pita 2.4 GHz. Sebagai hasilnya, jaringan 802.11g memiliki pembatas kapasitas sebanding dengan 802.11a.

Pengertian Wifi [Wireless Fidelity]

Wi-Fi atau Wireless Fidelity adalah satu standart Wireless Networking tanpa kabel, hanya dengan komponen yang sesuai dapat terkoneksi ke jaringan.

Wi-Fi  memiliki pengertian yaitu sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks - WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Standar terbaru dari spesifikasi 802.11a atau b, seperti 802.11 g, saat ini sedang dalam penyusunan, spesifikasi terbaru tersebut menawarkan banyak peningkatan mulai dari luas cakupan yang lebih jauh hingga kecepatan transfernya.

Awalnya Wi-Fi ditujukan untuk pengunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Area Lokal (LAN), namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses Internet. Hal ini memungkinan seseorang dapat menggunakan komputer dan kartu nirkabel (wireless card) atau personal digital assistant (PDA) untuk terhubung dengan Internet dengan menggunakan titik akses (atau dikenal dengan Hotspot) terdekat.